Jumat, 01 April 2011

karangan Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH
Sepakbola dunia semakin menarik stiap tahunnya. Sepakbola bukan saja olahraga yang paling digandrungi oleh sebagian besar penduduk dunia, tetapi sepak bola adalah olahraga yang paling banyak menarik minat sponsor untuk memasang namanya pada kaos tim ataupun iklan pada stadionnya. Tranfer pemain antar club juga semakin meningkat nilainya. Hampir setiap tahun muncul pemain termahal dunia. Kini sepakbola tidak hanya dimainkan oleh pria saja melainkan wanita juga.

Kemajuan ke arah yang lebih positif adalah keharusan bagi setiap kesebelasan. Baik dalam segi kekuatan tim ataupun kemantapan manajemen bisnisnya. Oleh karena itu manajemen kesebelasan yang kokoh dan dukungan aplikasi komputer untuk memudahkan pengelolaan club adalah hal yang paling penting .

Untuk itu dalam hal ini penulis membuat aplikasi Visual Basic untuk memudahkan pemanajemenan tim sepak bola.

1.2 BATASAN MASALAH
Dari masalah yang timbul, maka penulis membuat suatu perangkat lunak aplikasi dengan menggunakan Visual Basic 6.0 dan penyuntingan gambar dari mspaint. Aplikasi ini didukung oleh nama-nama pemain dan iformasi yang diperlukan setiap waktunya.

1.3 TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini ialah untuk membuat suatu program aplikasi berupa informasi para pemain dan hal-hal yang berhubungan tentang kesebelasan yang mendukung dan memudahkan para manajer tim.

1.4 METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah Studi Pustaka, yaitu menghimpun informasi dari buku-buku yang berkaitan dan menunjang tema penulisan ilmiah ini.

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
Penulisan ilmiah ini menggunakan empat komponen sistematika penulisan, yang terdiri dari :

BAB 1 PENDAHULUAN

Dalam bab ini, penulis mengemukakan tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematikan penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisikan tentang sepakbola, beberapa keuntungan-keuntunngan menggunakan Visual Basic 6.0, lingkungan dalam Visual Basic 6.0 dan Mspaint yang digunakan untuk penyuntingan gambar.
BAB III PEMBAHASAN MASALAH
Dalam bab ini, penulis ingin mengemukakan prosedur-prosedur yang digunakan pada penyuntingan Adobe Photoshop 6.0 serta algoritma program agenda sekretaris pada Visual Basic 6.0.
BAB IV PENUTUP

Dalam bab ini, dikemukakan kesimpulan dari permasalahan-permasalahan yang telah dikemukakan beserta saran.


BAB II

LANDASAN TEORI


2.1 PENGERTIAN SEKRETARIS

Sekretaris berasal dari bahasa latin “Secretum” atau “Secratirium”, yang berarti rahasia dan dalam

bahasa Inggris Secret yang kemudian menjadi Secretary, maka sekretaris adalah orang yang bertugas untuk

memegang rahasia perusahaan maupun rahasia pribadi atasannya.

Untuk menghindari janji temu yang bersamaan, maka seorang sekretaris diharuskan mempunyai catatan

mengenai perjanjian dan acara rutinitas seorang atasan atau pimpinan. Catatan yang berisikan keterangan

keterangan tentang setiap perjanjian yang terdiri dari waktu berlangsungnya perjanjian, lamanya pembicaraan dan

tempat dilaksanakannya pembicaraan tersebut (biasanya berbentuk agenda), agenda dibuat untuk hari ini atau

yang akan datang. Setiap hari seorang sekretaris harus membicarakan perjanjian-perjanjian tersebut dengan

pimpinannya.


2.2 KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0

Dalam menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 diberikan beberapa keunggulan-keunggulan yang

bermanfaat, antara lain :

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

- Menu yang menarik dan profesional. Window yang dihasilkan dapat dipindahkan (moveable), dibesar atau dikecilkan dan secara otomatis Microsoft Visual Basic 6.0 dapat mengenal dan memanfaatkan mouse.

- Untuk membuat objek-objek pembantu program.

- Menguji program (debugging) dan menghasilkan program akhir berekstensi .EXE yang bersifat executable atau dapat langsung dijalankan.

- MDI (Multiple Document Interface), sebuah program yang terdiri dari beberapa dokumen; tiap dokumen memiliki window tersendiri dan dokumen tersebut berada dalam suatu single parent form.

2.3 LINGKUNGAN DALAM VISUAL BASIC 6.0

2.3.1 Modul dan Komponen Pembangun Proyek

Modul dan komponen pembangun proyek yang digunakan dalam Visual Basic 6.0 ialah modul form.

Modul form ini berisikan deskripsi secara grafis tampilan serta kontrol yang digunakan dalam suatu proyek.

Setting properti yang digunakan oleh masing-masing kontrol termasuk di dalam modul Form. Disamping itu rutin

yang ditulis untuk masing-masing objek pada form juga tersimpan pada file ini. Untuk banyak aplikasi yang terdiri

dari banyak form, masing-masing form tersimpan dalam sebuah file berekstensi .EXE

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

2.3.2 Beberapa Fungsi Yang Digunakan Pada Visual Basic 6.0

1. Main Menu

Terdapat dua komponen Main Menu yang terdiri dari : menu bar dan title bar. Menu Bar menampilkan menu

yang berisi perintah-perintah pada Visual Basic, dan juga Title Bar akan menampilkan judul proyek Visual Basic

yang sedang dikerjakan.

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 2. Toolbar

Pada Visual Basic disediakan beberapa Toolbar yang bermanfaat untuk mengakses berbagai fungsi yang telah ada dalam menu secara cepat dan mudah. Toolbar yang tersedia pada Visual Basic antara lain adalah : Standar, Edit, Debug, Form Editor. Salah satu Toolbar seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Untuk menentukan Toolbar yang ingin ditampilkan bisa dilakukan dengan dua cara, antara lain :

- Pilih Yiew, kenudian arahkan pada Toolbar lalu pilih jenis Toolbar yang diinginkan.

- Klik kanan bagian Toolbar yang kosong lalu pilih jenis Toolbar yang akan ditampilkan. Untuk mendapatkan keterangan tentang nama masing-masing Toolbar bisa dilakukan dengan mengarahkan pointer mouse ke tombol yang diinginkan lalu diamkan sesaat hingga muncul kotak teks.

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 3. Toolbox

Toolbox merupakan sebuah kotak piranti yang mengandung semua objek atau kontrol yang dibutuhkan untuk membuat suatu program aplikasi. Kontrol adalah suatu objek yang akan menjadi interface (penghubung) antara program aplikasi dan user-nya serta kesemuanya harus diletakkan didalam jendela form diatas. Untuk membuat MM Control yang terlihat pada gambar ialah tombol yang ditambahkan dari komponen Microsoft Multimedia Control 6.0. Komponen tersebut dimunculkan dengan cara memilih menu Project pada Visual Basic, klik Components lalu muncul suatu jendela dengan tiga tab. Pada tab Controls pilih Microsoft Multimedia 6.0. Tombol ini berfungsi untuk file berekstensi .WAV (file suara) pada program Agenda Sekretaris,.

<!--> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 4. Form

Form ialah lembar desain tampilan dari peogram yang akan dibuat. Form ini menjadi pondasi tempat

diletakannya kontrol-kontrol yang dimiliki oleh Visual Basic, sesuai dengan keinginan.

program Agenda Sekretaris ini misalnya, fungsi klik yang berfungsi jika pada objek gambar diklik satu kali.



BAB III

PEMBAHASAN MASALAH


3.1 MEMBUAT GAMBAR PADA ADOBE PHOTOSHOP 6.0

Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat gambar dasar berupa buku. Buku ini terdiri dari dua tampilan gambar. Gambar buku pertama berupa tampilan gambar buku dalam keadaan tertutup dan gambar buku kedua berupa tampilan buku dalam keadaan buku terbuka. Kedua adalah membuat/memasukan teks yang akan digunakan untuk fungsi pada pemrograman Visual Basic 6.0. Untuk memulai gambar baru pada suatu file dapat diawali dengan New File atau open untuk mengambil gambar pada suatu file dan kemudian diikuti dengan memberikan ukuran tampilan layar yang akan digunakan.

Selanjutnya membuat gambar dengan memakai menu Toolbox yang disediakan, yaitu Pencil Tool yang berfungsi untuk membuat gambar dan Line Tool, berupa garis yang juga bermanfaat untuk membuat gambar


3.2 MEMBUAT APLIKASI PADA VISUAL BASIC 6.0

Pada program Visual Basic 6.0 dimulai dengan memilih menu File dengan pilihan New Project seperti yang terlihat pada gambar berikut ini :

Kemudian akan muncul sebuah tampilan form. Untuk memasukkan gambar buku yang telah dibuat, maka terlebih dahulu fungsi-fungsi yang terdapat pada Visual Basic 6.0, yaitu :

- Jendela Properti, yang didalamnya terdapat properti-properti yang mengatur tampilan gambar buku.

- Toolbox, yang berfungsi untuk menampilkan objek-objek yang akan digunakan.

- Projeck Explorer, yang berfungsi untuk mengelola file menyusun proyek.

- Jendela Form Layout, digunakan untuk mengatur posisi form pada saat pertama kali dibuka.

- Code Editor, berfungsi untuk tempat menulis dan menyunting rutin yang akan menentukan mekanisme kerja program.

Pada Visual Basic 6.0, terdapat 2 teknik pengisian nilai dari properti, yaitu : teknik pengisian langsung dan teknik pengisian tidak langsung. Teknik pengisian langsung adalah teknik yang nilai propertinya dapat langsung diisikan pada jendela properti, misalnya untuk pengisian nama objek atau fungsi. Sedangkan untuk pengisian tidak langsung, pengisian dari masing-masing nilai properti dari program Agenda Sekretaris dituliskan di dalam Code Editor.

Code Editor terdiri dari 2 bagian, yaitu : objek berupa kumpulan nama dari fungsi atau prosedur, dan Procedure berupa fungsi prosedur yang telah disiapkan oleh Visual Basic. Nama fungsi atau prosedur dibuat berdasarkan caption yang telah dibuat sebelumnya pada jendela properti. Fungsi yang digunakan dalam membuat program Agenda Sekretaris ini misalnya, fungsi klik yang berfungsi jika pada objek gambar diklik satu kali.

PRIVATE SUB PNEW-CLIK()

END SUB

Artinya objek 1 diakses setelah di klik pada onjek PNEW. Begitu juga pada fungsi Mouse Move ynag berfungsi untuk mengaktifkan suatu gambar, jika mouse diletakkan pada gambar tanpa menekan tombolnya. Perubahan selalu berkomunikasi dengan aplikasi.

Untuk nemanpilkan sebuah objek yang pada suatu waktu tidak dapat diakses, maka digunakan properti Enable, misalnyapada Agenda Sekretaris dituliskan:

PLEFT.ENABLE=FALSE

Artinya kontrol ubah halaman kiri tidak bisa diakses, selain itu juga terdapat properti Visible yang berfungsi untuk menghilangkan atau menampilkan suatu objek, misalnya pada Agenda Sekretaris dituliskan:

PBOOK0(1).VISIBLE=TRUE

Artinya buku pertama bisa ditampilkan atau diaktifkan.

Setelah semua objek telah didefinisikan, maka file disimpan dalam menu file dengan pilihan Save Project dan untuk menjalankan program dapat dengan menekan tombol F5 atau pilih menu Run lalu pilih Start. Untuk menyimpan dalam program berekstensi EXE pilih menu File dan pilih Make .EXE.

.

3.3 ALGORITMA UMUM PROGRAM AEGNDA SEKRETARIS

Program Agenda Sekretaris dimulai dengan tampilan BOOK1 berupa tampilan buku dalam keadaan tertutup dengan dua tombol, yaitu: tombol Open dan Exit. Tombol Exit digunakan untuk keluar langsung dari program aplikasi, sedangkan tombol Open akan digunakan untuk memulai pengisian Agenda Sekretaris.

Jika tombol Open di klik, ditampilkan tampilan sebuah layar berupa gambar/msgbox untuk mengisi Nama dan Password terlebih dahulu. Gambar tersebut terdiri dari 2 tombol, yaitu: tombol OK dan tombol Cancel. Pada awal pengisian Nama dan Password kedua tombol tersebut diaktifkan. Setelah Nama dan Password diisi, lalu klik tombol OK, Kemudian password yang dimasukkan akan dibaca; bila password yang dimasukkan tidak cocok maka akan muncuk sebuah kotak pesan yang berbunyi “Wrong Passrword”. Sedangkan bila tombol Cancel di klik, maka tampilan akan kembali ke tampilan gambar BOOK01.

Tampilan sesudah pengisian Nama Pemakai dan Password yang telah benaradalah Tampilan BOOK02, yaitu tampilan Agenda Sekretaris dalam keadaan buku terbuka yang memiliki 2 tombol, yaitu: tombol New dan tombol Exit. Jika tombol Exit di klik, maka program akan keluar ke tampilan BOOK01. Sedangkan jika tombol New di klik, maka pengisian agenda dapat dilaksanakan. Tombol New ini akan selalu digunakan untuk setiap memulai pengetikan. Untuk tampilan selanjutnya maka pada tampilan gambar BOOK02 akan diaktifkan 2 tombol, yaitu: tombol Left dan tombol Right. Sebelum tombol New diklik, maka terlebih dahulu akan ditampilkan halaman terakhir dari isi penulisan dan pemakai bisa melihat halamn sebelumnya dengan menggunakan tombol Left dan Right. Pada halaman terakhir, tombol Right tidak akan ditampilkan, sedangkan pada halaman kiri terdapat tombol Left yanfg berfungsi untuk melihat halaman-halaman sebelumnya. Setelah itu, pada BOOK02 akan ditampilkan dan diaktifkan satu tombol lagi, yaitu tombol Save. Tombol Save berfungsi untuk menyimpan hasil ketikan yang telah dibuat. Kemudia tombol Exit digunakan untuk keluar ke tampilan BOOK1, tetapi jika ketikan belum disimpan, maka terlebih dahulu akan ditampilkan sebuah kotak pesan dengan dua tombol, yaitu: tombol Yes dan tombol No yang berfungsi untuk tidak menyimpan, maka klik tombol Yes kemudian program akan disimpan terlebih dahulu lalu kemudian keuar ke tampilan BOOK01. Jika ketikan tidak ingin disimpan, maka klik tombol No kemudian program akan langsung keluar ke tampilan BOOK01 tanpa menyimpan hasil ketikan.

3.4 KETERANGAN PADA SETIAP LEMBAR AGENDA SEKRETARIS

Pada pengisian Agenda Sekretaris, setiap halamannya akan ditampilkan tanggal, bulan dan tahun ditengah halaman pada baris paling atas, sedangkan untuk nomer halaman diletakkan di tengah pada baris paling bawah. Pada halaman kiri dan kanan terdapat masing-masing sebuah tombol, yaitu: tombol Right dan Left, yang terletak diujung halaman sebelah kiri dan kanan pada baris paling bawah. Tombol ini hanya muncul pada sebelum dan sesudah pengetikan. Jika di klik satu kali, maka tombol ini akan membalik satu halaman sebelumnya atau satu halamannya berikutnya. Jika nomer halaman adalah halaman satu maka tombol Left tidak akan ditampilkan dan jika nomer halaman adalah halaman terakhir penulisan, maka tombol Right tidak akan ditampilkan lagi.

Sabtu, 26 Maret 2011

MEMBANGKITKAN SEMANGAT HIDUP

Suatu hari ada seorang rekan pembaca yang bertanya melalui e-mail, "Pak , bagaimana caranya membangkitkan semangat hidup?" Rekan saya tersebut berkisah bahwa ia sering keliru memaknai sebuah hadits yang berbunyi, "Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok". Ia beranggapan bahwa untuk apa bekerja keras meraih kesuksesan dunia kalau pada akhirnya kita juga akan mati.

Ya, memang benar kita akan mati, tapi bukan berarti kita menjadi bersikap apatis seperti itu. Memang pada suatu saat nanti maut pasti akan menjemput, dan berakhirlah kontrak hidup kita di dunia ini. Namun jika hal ini menjadikan kita kehilangan semangat untuk berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita, atau paling tidak berusaha agar kita bisa meraih kehidupan yang lebih baik maka pemahaman seperti itu kurang benar.

Akhirat memang harus kita dapatkan, namun dunia juga tidak boleh kita abaikan. Dan yang paling ideal adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semua orang pasti menghendaki kedua hal tersebut. Jadi ada keseimbangan dalam hidup ini. Di samping bekerja keras untuk urusan dunia, di sisi lain kita juga tidak melupakan ibadah kita kepada Tuhan. Kita tidak mementingkan dunia saja, tapi kita juga tetap ingat kepada Allah SWT, dan sadar betul kewajiban kita kepada-Nya. Dengan memahami pentingnya keseimbangan hidup tersebut, kita akan memiliki sebuah semangat untuk menjalani hidup ini dengan dinamis, optimis dan bahagia.

Berikut mari kita uraikan beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat hidup, antara lain:

1.Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini.

Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat hidup ini. Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Memang butuh perenungan yang dalam untuk menemukan jawaban pertanyaan seperti itu. Bagi Anda yang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca firman Allah SWT dalam Al Quran surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang sangat luas. Bukan hanya ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun semua ikhtiar dan kerja keras kita dalam hidup ini adalah ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal kita niatkan apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhoan-Nya dan kita pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat.

Jika kita menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua pekerjaan dan urusan dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai amal/perbuatan kita.

2.Tahu cita-cita hidup kita yang tertinggi.

Semua orang memiliki impian dan cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah pencapaian hidup. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebanyakan orang hanya menjalankan hidup ini sebagai sebuah rutinitas. Dengan sedikit kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya. Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan hilang.

Semua orang pasti memiliki potensi yang luar biasa, dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang paling tepat dengan panggilan jiwa maka kita akan lebih mudah mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini.

Banyak orang berbakat yang terjerat borgol emas. Mereka sebenarnya bisa melakukan hal yang lebih, tapi mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda atau keluar dari zona nyaman. Banyak orang yang sebenarnya bakatnya di bidang A, namun kenyataannya ia bekerja di bidang C. Ia tidak berani keluar dari pekerjaannya yang sekarang karena tidak adanya jaminan penghasilan jika ia benar-benar keluar. Akhirnya ia merasa kehidupannya bagai di penjara, pekerjaannya mengurung ia seperti di sangkar emas. Tidak salah lagi, bukan potensi terdahsyat yang keluar dari dirinya, namun semua itu seakan menjadi rutinitas agar ada nasi yang bisa dimakan hari ini, besok, dan seterusnya.

Jika Anda ingin kehidupan Anda penuh semangat dan bahagia maka temukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan kejarlah hal itu. Semua butuh perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ada hal yang harus Anda tahu: tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini selama kita mau berusaha dan mencobanya.

3.Bersyukur terhadap apa yang sekarang kita miliki dengan tulus.

Setiap orang mempunyai titik kepuasan sendiri-sendiri. Ada orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila dan real estate di berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan, deposito, saham, dan asset investasi lainnya bernilai miliaran masih merasa kurang.

Pada umumnya untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi. Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja dari mereka yang terpenuhi keinginannya.

Orang yang pikirannya selalu merasa kurang, miskin, tidak beruntung, dan sikap negatif lainnya mana mungkin ia akan bahagia dan bersemangat dalam hidupnya. Jika yang dipikirkan hanyayang tidak dimiliki, mana mungkin kita akan bersyukur. Oleh karena itu, dengan mensyukuri semua yang ada pada kita saat ini, itulah sebenarnya sumber semangat kita. Kita akan sadar bahwa Tuhan sebenarnya sangat sayang kepada kita. Banyak sekali nikmat yang sudah kita rasakan, sementara lebih banyak lagi orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Adapun sesuatu yang kita inginkan yang belum kita miliki, itu adalah kesempatan bagi kita untuk berikhtiar semampu kita untuk mendapatkannya. Jangan pernah kecewa, apalagi putus asa.

4.Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.

Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya. Kita tersenyum pada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum pada kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila.

Jadi, semua perbuatan (aksi) yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus segera bangun dari mimpi buruk.

Setelah kita tahu bahwa apa pun yang kita lakukan akan menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap diri kita, maka kita harus memilih hanya untuk berbuat yang baik, positif, bermanfaat, dan bernilai saja. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa efek yang akan kembali kepada kita juga hal-hal yang baik pula. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kita tahu benar apa yang kita lakukan. Sekecil apa pun yang kita lakukan akan dinilai oleh malaikat pencatat amal. Balasannya tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika kita ingin rekapan catatan amal tersebut isinya bagus maka kita pun harus selalu menjaga agar setiap perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan terbaik. Waktu adalah aset terpenting kita setelah nafas/oksigen maka kita harus mengisinya dengan gerak/aksi/perbuatan yang jelas manfaatnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi semuanya pantang sia-sia.

Dengan menyadari hal ini akan sulit bagi kita untuk tidak bersemangat. Mungkin keadaan Anda saat ini sedang tidak menyenangkan, tapi bukankah kita bisa merubahnya menjadi sebaliknya dengan aksi kita selanjutnya; dengan respon kita terhadap keadaan tersebut. Jika kekasih meninggalkan kita, bukankah kita bisa cari yang lain lagi. Jika kita di PHK, bukankah kita bisa cari pekerjaan lain yang lebih baik atau membuka usaha sendiri. Jika usaha kita lagi sepi atau bangkrut, masih ada kesempatan untuk bangkit lagi. Demikian seterusnya; selalu ada solusi untuk tiap masalah. Kita hanya perlu tetap bersemangat, optimis dan menjernihkan pikiran agar respon dan aksi kita benar-benar efektif dan efisien. Semoga bermanfaat.

Salam sukses dan Berkah!

Sumber : http://www.esyariah.com/motivasi%20:%20semangat_hidup.php

Selasa, 08 Maret 2011

REVOLUSI MESIR

Sejarah Negara Mesir.

Republik Arab Mesir atau lebih dikenal sebagai Mesir adalah sebuah Negara yang sebagian wilayahnya terletak di Afrika bagian timur. Luas wilayahnya sekitar 997.739 km persegi dan ibu kota sekaligus kota terbesar di negaranya adalah Kairo. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur.
Mesir memiliki bahasa resmi Arab dan jenis pemerintahannya bersifat Republik. Jumlah penduduk Mesir pada sensus penduduk tahun 2005 diperkirakan mencapai 77.505.756 jiwa dengan tingkat kepadatan mencapai 77/km2. Mata uang Mesir adalah Pound EGP (Poundsterling Mesir) dan memiliki zona waktu UTC+2.
Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil. Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni.
Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monument kuno termegah di dunia, misalnya Piramida Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan political utama di wilayah Arab dan Timur Tengah

Revolusi di Tunisia tidaklah jauh dari kita. Warga Arab telah memasuki suasana yang sarat kemarahan dan frustrasi," kata Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa, seperti dikutip kantor berita Associated Press.
"Patut dicamkan oleh semua pihak bahwa orang Arab menderita kemiskinan, pengangguran, dan penurunan sejumlah indikator lainnya. Ini menambah masalah politik yang belum beres," lanjut Moussa pada pertemuan yang dihadiri sang tuan rumah, Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Moussa tidak salah. Gelombang "revolusi" di Tunisia menyebar ke tetangga-tetangganya, seperti Aljazair dan Mesir. Kini, justru Mesir menderita paling parah sindrom dari Tunisia itu.
Sama seperti di Tunisia, sebagian besar rakyat Mesir marah karena harga kebutuhan pokok kian mahal, dan pekerjaan layak begitu terbatas.
Hampir setengah dari total populasi Mesir, yang berjumlah 80 juta jiwa, hidup di bawah, atau sedikit di atas garis kemiskinan menurut standar PBB US$2 per hari. Meluasnya kemiskinan, tingginya pengangguran, dan inflasi harga pangan menjadi tantangan besar bagi rezim Mubarak

Rakyat Mesir juga telah lama hidup dalam situasi terkekang. Mereka tak leluasa mengkritik kekurangan pemerintah, apalagi kepada Presiden Mubarak yang telah 30 tahun berkuasa. Kritik keras bisa berujung ke penjara.

Maka, seperti di Tunisia dan Aljazair, kemarahan mereka menjadi-jadi saat pemerintah tak bisa lagi mengatasi masalah ekonomi. Dalam suatu demonstrasi terbesar di negara itu, Selasa 25 Januari 2011, rakyat Mesir menuntut rezim Mubarak mundur.

"Ini adalah kali pertama bagi saya ikut unjuk rasa. Kami sudah menjadi bangsa penakut, tapi akhirnya kami berani mengatakan tidak," kata Ismail Syed, seorang pekerja hotel di Kairo yang hanya mendapat upah US$50 per bulan, atau tak sampai Rp500.000.

Para demonstran kompak menyebut aksi Selasa kemarin sebagai "hari revolusi atas penyiksaan, kemiskinan, korupsi, dan pengangguran." Walau pemerintah Mesir sudah mengeluarkan larangan, tak ada jaminan dari kaum oposisi, dan rakyat marah, bahwa demonstrasi tak akan berlanjut


Gejolak Mesir.

Gejolak di Mesir terjadi pada tanggal 25 Januari 2011, dimana Rakyat mesir menuntut presidennya yaitu Hosni Mubarak untuk segera turun dari tahta Kepresidenan karena dianggap sudah tidak mampu lagi memimpin Mesir. Rakyat Mesir menginginkan Revolusi mesir cepat dilakukan dan hal ini menyebabkan demonstrasi besar-besaran sehingga bentrok antara warga Mesir yang pro Mubarak dan yang Anti Mubarak tidak dapat dihindarkan.
Berbagai cara telah dilakukan oleh para demonstran untuk menggulingkan Mubarak. Mereka melakukan berbagai macam aksi anarkis seperti membakar kendaraan pihak keamanan serta bangunan-bangunan milik pemerintah daerah. Aksi anarkis terjadi setelah warga Tunisia berhasil menggulingkan kekuasaan Presidennya yaitu Zine El Abidine Ben Ali dengan cara berunjuk rasa, sehingga hal ini menginspirasi warga Mesir untk melakukan hal yang sama
Pusat Demonstrasi terjadi di Tahrir Square, Kairo, puluhan ribu orang turun kejalan sehingga memasuki episode berdarah. Hujan tembakan mengarah ke demonstran yang menuntuk Presiden Mubarak turun, akibat kejadian ini setidaknya 10 orang tewas dan 1.500 orang terluka.
Berdasarkan data pada tanggal 2 Februari 2011, PBB memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 300 orang pada unjuk rasa pemerintahan Mesir, dan jumlah ini terus meningkat setiap harinya dengan laporan-laporan yang belum di konfirmasi dan lebih dari 3.000 cedera dan ratusan orang lainnya ditahan. Sedangkan sumber-sumber keamanan dan medis di Mesir, mengatakan setidaknya 102 orang tewas dalam gelombang unjuk rasa yang melanda Negara Mesir tersebut.
Demonstrasi besar-besaran ini mengakibatkan terputusnya seluruh jaringan komunikasi yang terdapat di Mesir oleh pihak pemerintah baik itu jaringan komunikasi telepon maupun internet, karena pemerintah beranggapan bahwa semakin banyaknya demonstran yang turun kejalan disebabkan karena komunikasi yang dilakukan oleh warga Mesir melalui situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.
Bukan hanya saluran komunikasi saja yang ditutup oleh pemerintah, bank-bank yang terdapat di Mesir juga ditutup oleh pemerintah Mesir, sehingga hal ini menyulitkan warga Mesir untuk mendapatkan bahan pokok. Namun berdasarkan kabar terakhir yang saya dapat bahwa bank-bank di Mesir telah dibuka kembali. Hal ini dikarenakan pemerintah Mesir memperkirakan kerugian yang terjadi karena penutupan bank-bank di Mesir dapat merugikan ekonomi Negara tersebut. Salah satu Bank yaitu Credit Agricole mengatakan bahwa penutupan Bank selama aksi demonstrasi berjalan mengakibatkan kerugian Negara mencapai US$310 juta perhari.


Rakyat Mesir Ajukan Empat Tuntutan

VIVAnews - Rakyat Mesir menggelar demonstrasi secara serentak di sejumlah kota, Selasa 25 Januari 2011 waktu setempat. Aksi itu merupakan yang terbesar di Mesir.

Laman stasiun radio Iran, IRIB World Service, mengungkapkan sejumlah tuntutan para demonstran kepada pemerintah Mesir. Pada intinya mereka ingin mengakhiri rezim Presiden Hosni Mubarak, yang telah memerintah Mesir selama 30 tahun, di tengah krisis ekonomi yang melanda Negeri Piramid itu.

Dalam selebaran yang dibagi-bagikan kepada para peserta demo, dicantumkan empat tuntutan:
Pertama, pengunduran diri Mubarak. Kedua, pengunduran diri kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ahmed Mohamed Mahmoud Nazef. Ketiga, pembubaran parlemen dan penjadwalan ulang pemilu. Keempat, pembentukan pemerintahan baru pilihan rakyat.

Kamal El Helbawy, mantan juru bicara Ikhwanul Muslimin, mengatakan kepada stasiun televisi Iran, Press TV, bahwa demonstrasi kemarin merupakan yang terbesar dan paling signifikan dalam sejarah Mesir.

Dalam demonstrasi kemarin, sedikitnya dua demonstran dan seorang polisi tewas setelah terlibat baku hantam. Sementara itu, harian Al-Wafd mengungkapkan bahwa polisi menahan 600 orang dalam aksi unjuk rasa serentak Selasa lalu di Kairo, Alexandria, Port Said, Tantan, al-Mahala, Asiut, al-Bahira, dan al-Quium. Sekitar 200.000 orang turut dalam unjuk rasa itu.

Para demonstran kompak menyebut aksi Selasa kemarin sebagai hari revolusi atas penyiksaan, kemiskinan, korupsi, dan pengangguran. Belum ada kepastian apakah demonstrasi akan berhenti atau akan terus berlanjut.

Mubarak telah memerintah Mesir sejak 1981 dan kini sudah berusia 82 tahun. Namun, dia belum menentukan sikap apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden untuk enam tahun berikut atau memilih pensiun.

Putranya, Gamal, dikabarkan pergi menuju Inggris, Selasa 25 Januari 2011. sebelum muncul krisis di Mesir, Gamal difavoritkan sebagai pengganti ayahnya.
Hampir setengah dari total populasi Mesir--yang berjumlah 80 juta jiwa--hidup di bawah atau sedikit di atas garis kemiskinan, yang menurut standar PBB adalah US$2 per hari. Meluasnya kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran, dan inflasi harga pangan menjadi tantangan besar bagi rezim Mubarak.


Pecah, Demonstrasi Terbesar di Mesir

VIVAnews - Pihak keamanan Mesir terpaksa berjibaku dengan para demonstran dalam unjuk rasa serentak di sejumlah kota, dari Selasa hingga Rabu dini hari. Ini merupakan demonstrasi terbesar di Mesir dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk kemarahan masyarakat terhadap rezim otoriter Presiden Hosni Mubarak di tengah krisis ekonomi di negara mereka.

"Turunkan Hosni Mubarak, turunkan sang tiran. Kami tidak menginginkan engkau!" teriak para demonstran di Kairo, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press. Dalam demonstrasi kemarin, sedikitnya dua demonstran dan seorang polisi tewas setelah terlibat baku hantam.

Demonstrasi massal di Mesir itu terinspirasi oleh gerakan massa di Tunisia beberapa pekan sebelumnya. Didera masalah serupa, yaitu mahalnya harga kebutuhan pokok dan tingginya tingkat pengangguran, rakyat Tunisia berhasil membuat presiden yang telah berkuasa selama 23 tahun, Zine Ben Ali, kabur keluar negeri pada 14 Januari lalu.

Ketidakpuasan atas lambannya pemerintahan Mubarak mengatasi krisis ekonomi membuat sebagian kalangan di Mesir marah. Mereka juga tidak tahan ditekan rezim Mubarak, yang dianggap selalu bertindak sewenang-wenang.

Maka para demonstran kompak menyebut aksi Selasa kemarin sebagai "hari revolusi atas penyiksaan, kemiskinan, korupsi, dan pengangguran," belum ada kepastian apakah demonstrasi akan terus berlanjut.

"Ini merupakan kali pertama bagi saya ikut unjuk rasa. Kami sudah menjadi bangsa penakut, namun akhirnya kami berani mengatakan tidak," kata Ismail Syed, seorang pekerja hotel yang hanya mendapat upah sekitar US$50 per bulan, atau tidak sampai Rp500 ribu.

"Kami ingin perubahan, sama seperti di Tunisia," kata Lamia Rayan.

Sementara itu, pemerintah menyesalkan sikap anarkis para pengunjuk rasa sehingga terjadi bentrokan. "Ada yang sampai melempar batu ke polisi dan yang lainnya berbuat rusuh dan merusak properti negara," demikian pernyataan Kementrian Dalam Negeri. Karena itulah, menurutnya pemerintah harus mengambil tindakan keras.

Hampir setengah dari total populasi Mesir--yang berjumlah 80 juta jiwa--hidup di bawah atau sedikit di atas garis kemiskinan, yang menurut standar PBB adalah US$2 per hari. Meluasnya kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran, dan inflasi harga pangan menjadi tantangan besar bagi rezim Mubarak.

Selain itu, Mesir juga mengalami ketegangan antara kaum Muslim dengan Kristen Koptik.

Mubarak telah memerintah Mesir sejak 1981 dan kini sudah berusia 82 tahun. Namun, dia belum menentukan sikap apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden untuk enam tahun berikut atau memilih pensiun. (kd)


Mesir Dilanda Demo, Putra Presiden Kabur

VIVAnews - Putra presiden Mesir, Gamal Mubarak, bersama keluarganya menyelamatkan diri ke Inggris di tengah kekacauan di negaranya. Padahal, sebelum muncul krisis di Mesir, Gamal sering disebut-sebut sebagai calon pengganti ayahnya, Hosni Mubarak, yang telah 30 tahun berkuasa di Mesir.

Menurut media Akhbar al-Arab, seperti yang dikutip The Times of India, Gamal bersama istri dan putrinya terbang ke London dari bandara di Kairo. Keberadaan Mubarak sendiri tidak diungkapkan.

Laporan itu muncul saat demonstrasi menentang rezim Mubarak berlangsung secara serentak di penjuru Mesir, Selasa 25 Januari 2011. Pihak keamanan Mesir terpaksa berjibaku dengan para demonstran dalam unjuk rasa serentak di sejumlah kota, dari Selasa hingga Rabu dini hari waktu setempat.

Menurut kantor berita Associated Press, aksi Selasa kemarin merupakan demonstrasi terbesar di Mesir dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk kemarahan masyarakat terhadap rezim otoriter Presiden Hosni Mubarak karena tidak mampu mengatasi krisis naiknya harga kebutuhan pokok dan tingginya pengangguran.

Dalam demonstrasi kemarin, sedikitnya dua demonstran dan seorang polisi tewas setelah terlibat baku hantam. Mereka menuntut Mubarak agar segera turun dari kekuasaan sekaligus mengakhiri status keadaan darurat di Mesir, yang diterapkan Mubarak sejak memerintah pada 1981.

Para demonstran juga menginginkan agar parlemen mengesahkan undang-undang baru agar seorang presiden tidak boleh memimpin lebih dari dua periode berturut-turut. Selain itu, para demonstran juga mendesak Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly segera mundur dari jabatannya.

Sementara itu, harian Al-Wafd mengungkapkan bahwa polisi menahan 600 orang dalam aksi unjuk rasa serentak Selasa lalu di Kairo, Alexandria, Port Said, Tantan, al-Mahala, Asiut, al-Bahira, dan al-Quium. Sekitar 200.000 orang turut dalam unjuk rasa itu.

Para demonstran kompak menyebut aksi Selasa kemarin sebagai "hari revolusi atas penyiksaan, kemiskinan, korupsi, dan pengangguran," belum ada kepastian apakah demonstrasi akan berhenti atau akan terus berlanjut.

Mubarak telah memerintah Mesir sejak 1981 dan kini sudah berusia 82 tahun. Namun, dia belum menentukan sikap apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden untuk enam tahun berikut atau memilih pensiun.

Rabu, 12 Januari 2011

FENOMENA MULTIMEDIA

Peranan bahasa Indonesia saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya di kalangan perorangan namun dikalangan pelajar, mahasiswa maupun pekerja. Hal ini lebih berpengaruh dikawasan perindustrian periklanan dan multimedia karena setiap produk dari perindustrian akan lebih baik kalau menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga tidak ada kerancuan terhadap masyarakat.

Perindustian periklanan dan multimedia menjadi sarana penting untuk menyebar luasakan informasi tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar ini berperan penting untuk mencegah terjadinya bias dalam kata-kata baku bahasa Indonesia.

Periklanan dan multimedia saat ini menjadi sudah banyak menggunakan bahasa yang tidak baku baik berupa iklan komersil maupun non-komersil akan memberi dampak kurang baik bagi bahasa Indonesia dan bagi para penerus bangsa karena akan menjadi akar dan bias terhadap kalimat baku tersebut sehingga pada saat menulis karya ilmiah atau skripsi mengalami kendala dalam penulisan tersebut.

Peranan multimedia dalam kehidupan sehari-hari memang tidak bisa dilepaskan begitu saja ini terbukti peranan multimedia jaman sekarang sangatlah penting yang bias kita lakukan adalah memberikan peringatan agar perusahaan pengelola periklanan dan multimedia tersebut menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kamis, 16 Desember 2010

KALIMAT

A. Pengertian Kalimat

Pengertian Kalimat Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata/rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan (http://id.wikibooks.org). Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).


B. Unsur – Unsur KalimatRata Penuh
1. Subjek
Subjek merupakan bagian kalimat yang menunjukkan pelaku/masalah. Biasanya berupa kata benda/frasa (konkret/abstrak) yang merujuk kepada benda. Selain itu, subjek akan dapat menjawab suatu pertanyaan dengan menggunakan kata tanya : apa dan siapa.
Contoh:
Budi sedang bermain bola.
S
Siapa yang sedang bermain bola? Budi.

2. Predikat
Predikat merupakan bagian kalimat yang akan memberitahukan tindakan/keadaan dari subjek yang biasanya berupa kata/frasa. Predikat dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dengan kata tanya mengapa dan bagaimana.
Contoh:
Budi sedang bermain bola.
S P
Bagaimana Budi? Sedang bermain.

3. Objek
Objek merupakan bagian kalimat yang melengkapi predikat yang biasanya berjenis nomina, frasa, dan klausa. Objek dapat diubah menjadi subjek jika kalimat tersebut dipasifkan (dirubah dari aktif menjadi pasif).
Contoh:
Bola sedang dimainkan oleh Budi.
S P (pasif) O

4. Pelengkap
Pelengkap juga bagian kalimat yang melengkapi predikat. Biasanya berjenis kata/frasa nominz, frasa adjektiva dan frasa preposisional.
Contoh:
Dia mengambilkan ayahnya air minum.
S P O Pel

5. Keterangan
Keterangan merupakan bagian kalimat yang akan menerangkan berbagai hal tentang konjungsi (kata hubung).
Contoh:
Ayah mengikuti seminar di Inggris.
S P O K
Macam-macam konjungsi:
1. Alat : dengan+gunting
2. Waktu : di, ke, dari
3. Tujuan : supaya, bagi, untuk, demi, …
4. Cara : dengan hati-hati, dengan…
5. Penyertaan : dengan ibu
6. Penyebab : karena, oleh karena itu, sebab, oleh sebab itu
7. Saling : satu sama lain…, saling….

Pola Dasar Kalimat
Pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia dapat ditentukan sebagai berikut:
1. KB + KK → Kata Benda + Kata Kerja
Contoh: Romeo belajar.
2. KB + KS → Kata Benda + Kata Sifat
Contoh: Dokter itu ramah.
3. KB + KBil → Kata Benda + Kata Bilangan
Contoh: Harga sepatu itu delapan puluh lima ribu.
4. KB + (KD + KB) → Kata Benda + (Kata Depan + Kata Benda)
Contoh: Dia di kantor.
5. KB1 + KK + KB2 → Kata Benda1 + Kata Kerja + Kata Benda2
Contoh: Becks bermain bola.
6. KB1 + KK + KB2 +KB 3 → Kata Benda1 + Kata Kerja + Kata Benda2
Contoh: Paman mencarikan kakak pekerjaan.
7. KB1 +KB2 → Kata Benda1 + Kata Benda2
Contoh: Rohan peneliti.

Jenis-Jenis Kalimat
1. Berdasarkan pengucapan : Kalimat langsung dan tidak langsung.
2. Berdasarkan jumlah frasa (struktur gramatikal): Kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
3. Berdasarkan isi atau fungsinya: Kalimat berita, tanya, perintah dan seruan.
4. Berdasarkan unsur : kalimat lengkap dan kalimat tak lengkap.
5. Berdasarkan susunan S-P: Kalimat versi dan kalimat inversi.
6. Berdasarkan bentuk gayanya (retorikanya): kalimat yang melepas, kalimat yang klimaks, dan kalimat yang berimbang.
7. Berdasarkan subjeknya: Kalimat aktif dan kalimat pasif.


C. Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang menyampaikan pikiran dan perasaan penulisnya dengan jelas kepada pembaca. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang dimaksud penulis /pembicara.

DAFTAR PUSTAKA, CATATAN KAKI, KUTIPAN

I. DAFTAR PUSTAKA


1. Pengertian Daftar Pustaka


Daftar pustaka adalah sebuah acuan penting dari sebuah sumber untuk penulisan ilmiah yang digunakan sebagai sumber penulisan yang berisi kutipan dari sumber tersebut yang dijadikan teori di penulisan ilmiah itu sendiri. Dalam tata cara penulisan daftar pustakan memiliki peraturam yamg harus dipakai dalam setiap penulisan ilmiah. contohnya :
Saukah, A. & Waseso, M.G. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1). Malang: UM Press.


2. Fungsi Daftar Pustaka

Dari daftar pustaka banyak hal yang dapat kita peroleh, antara lain ;
a. Memberikan informasi bahwa pernyataan yang dibuat bukan hasil pemikiran sendiri tapi juga ditambahkan dengan pemikiran orang lain.
b. Apabila pembaca menginginkan mendalami lebih jauh pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri referensi yang menjadi sumber kutipan.
c. Memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku yang telah membantu kita dalam penulisan karya tulis yang kita selesaikan.
d. Menjaga profesionalitas penulis terhadap karya tulis yang telah dia buat.


3. Unsur-unsur Daftar Pustaka

Hal yang perlu diketahui dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :
a. Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b. Judul buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data publikasi, nama penerbit, tempat terbit, tahun terbit, edisi buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun.


4 Bentuk Daftar Pustaka

Cara penyusunan Daftar Pustaka tidak seragam bagi semua bahan referensi, tergantung dari sifat bahan referensi itu. Cara menyusun Daftar Pustaka untuk buku agak berlainan dan majalah, dan majalah agak berlainan dari harian, serta semuanya berbeda pula dengan cara menyusun Daftar Pustaka yang terdiri dari skrip - skrip yang belum diterbitkan, seperti tesis dan disertasi. Walaupun terdapat perbedaan antara jenis-jenis kepustakaan itu, namun ada tiga hal yang penting yang selalu harus dicantumkan yaitu: pengarang, judul, dan data-data publikasi. Daftar Pustaka disusun menurut urutan alfabetis dan nama pengarangnya. Untuk maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalikkan susunannya: nama keluarga, nama kecil, lalu gelar-gelar kalau ada. Jarak antara baris dengan baris harus spasi rapat. Jarak antara pokok dengan pokok harus spasi ganda. Tiap pokok disusun sejajar secara vertikal, dimulai dan pinggir margin kiri. Sedangkan baris kedua, ketiga, dan seterusnya dan tiap pokok dimasukkan ke dalam tiga ketikan (bagi karya yang mempergunakan lima ketikan ke dalam untuk alinea baru) atau empat ketikan (bagi karya yang mempergunakan 7 ketikan ke dalam untuk alinca baru). Bila ada dua karya atau lebih ditulis oleh pengarang yang sama. maka pengulangan namanya dapat ditiadakan dengan menggantikannya dengan sebuah garis panjang. sepanjang lima atau tujuh ketikan, yang disusul dengan sebuah titik. Ada juga yang menghendaki panjangnya garis sesuai nama pengarang. Namun hal terakhir ini akan mengganggu dari segi estetis, karena nantinya ada garis yang pendek ada pula garis yang panjang sekali, terutama kalau nama pengarang itu panjang, atau karena ada dua tiga nama pengarang.
Karena cara-cara untuk tiap jenis kepustakaan agak berlainan. Maka perhatikanlah ketentuan-ketentuan bagaimana menyusun urutan pengarang, judul dan data publikasi dan tiap jenis kepustakaan tersebut.

A. Dengan seorang pengarang
1. Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963. Nama keluarga (Hockett ). lebih dahulu. baru nama kecil atau inisial (Charles F.). kemudian gelar-gelar. Hal ini untuk memnudahkan penyusunan secara alfabetis
2. Jiku buku itu disusun olch sebuah komisi atau lembaga. maka nama komisi atau lembaga itu dipakai menggantikan nama pengarang.
3. Jika tidak ada nama pengarang. maka urutannya harus dimulai dengan judul buku. Bagi judul buku dalam bahasa Indonesia. cukup kita memperhatikan huruf pertama dari buku tersebut. nama keluarga..Untuk buku yang ditulis dalam bahasa. lnggris. Jcrman atau Pcrancis dan bahasa-bahasa Barat yang lain. maka kata sandang yang dipakai tidak turut diperhitungkan: A, An, He, Das, Die, Le, La, dsb. Jadi kata berikutnyalah yang harus diperhitungkan untuk pcnyusunan bibliografi tersebut. Hal ini berlaku pula untuk artikel yang tidak ada nama pengarangnya.
4. Judul buku harus digaris-bawahi (kalau dicetak ditempatkan dalam huruf miring).
5. Urutan data publikasi adalah: tempat publikasi penerbit dan penunggalan. Jika ada banyak tempat publikasi maka cukup mencantumkan tempat yang pertama. Jika tidak ada penanggalan. maka pergunakan saja tahun copyright terakhir yang biasanya ditempatkan di balik halaman judul buku.
6 Pencantuman banyaknya halaman tidak merupakan hal yang wajib, sebab itu dapat pula ditiadakan.
7. Perhatikan penggunaan tanda titik sesudah tiap keterangan: sesudah nama pengarang. sesudah judul buku, sesudah data publikasi dan kalau ada sesudah jumlah halaman.
8. Perhatikan pula penggunaan titik dua sesudah tempat terbit. serta tanda koma sesudah nama penerbit.

B. Buku dengun dua atau tiga pengarang
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc.,1958
1. Nama pengarang kedua dan ketiga tidak dibalikkan; dalam hal-hal lain ketentuannya sama seperti nomor a.
2. Urutan nama pengarang harus sesuai dengan apa yang tercantum pada halaman judul buku, tidak boleh diadakan perubahan urutannya.

C. Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace & World. Inc., 1964
Untuk menggantikan nama-nama pengarang lainnya cukup di-pergunakan .singkatan et a!. singkatan dan kata Latin et alii yang berarti dan lain-lain. Dalam hal ini dapat dipergunakan singkatan et. al. atau dkk (dan kawan-kawan).

D. Kalau edisi ber:kutnya mengalami perubahan
Gleason, H. A. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev. ed.New York: Holt. Rinehart and Winston. 1961.
(1) Jika buku itu mengalami perubahan dalam edisi-edisi benikutnya, maka biasanya ditambahkan keterangan rev. ed. (revised edition = edisi yang diperbaiki) di belakang judul tersebut. Di samping itu ada juga yang tidak menyebut edisi yang dipcrbaiki. asal jelas menyebut cetakan ke-berapa: cetakan ke-2. cetakan ke7. dsb. Keterangan mengenai cetakan ini juga dipisahkan oleh sebuah titik.
(2) Penanggalan yang harus dicantumkan adalah tahun cetakan dari buku yang dipakai.

E. Buku yang terdiri dan dua jilid atau lebih
Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc.. 1964.
(1) Angka jilidnya ditempatkan sesudah judul. serta dipisahkan oleh sebuah tanda titik, dan selalu disingkat.
(2) Untuk penerbitan Indonesia bisa dipergunakan singkatan Jil. atau Jld.

F. Sebuah edisi dan karya seorang pengarang atau !ebih
Ali.Lukman. ed. Bahasa dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjemin Manusia Indonesia Baru. Djakarta: Gunung Agung. 1967
(1) Jika editornya lebih dan seorang, maka caranya sama seperti pada nomor b dan c.
(2) Ada juga kebiasaan lain yang menempatkan singkatan editor dalam tanda kurung (ed).

G. Sebuah Kumpulan Bunga Rampai atau Antologi
Jassin, H. B. ed. Gema Tanah Air, Prosa dan Puisi. 2 JId. Jakarta: Balai Pustaka 1969.Sebuah Buku Terjemahan
Multatuli. Max Have/aar, atau Ladang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin, Jakarta: Djambatan, 1972.
(1) Nama pengarang asli yang diurutkan dalam urutan alfabetis.
(2) Keterangan tentang penterjemah ditempatkan sesudah judul buku, dipisahkan dengan sebuah tanda koma.

I. Artike! dalam sebuah Himpunan
Riesman, David. “Character and Society,” Toward Liberal Education. eds. Louis
G. Locke, William M. Gibson. and George Arms. New York: Holt. Rinehart and Winston. 1962.
(1) Perhatikan: baik judul artikel maupun judul buku harus dimàsukkan; begitu pula penulis dan editorya harus dicantumkan juga.
(2) Judul artikel selalu ditulis dalam tanda kutip, sedangkan judul buku diganis-bawahi atau dicetak miring.
(3) Perhatikan pula tanda koma yang ditempatkan antara judul artikel dan judul buku, harus ditempatkan dalam tanda kutip kedua, tidak boleh sesudah tanda kutip.
(4) Jadi ketiga bagian dan kepustakaan ini tetapi dipisahkan dengan titik, yaitu pertama: nama pengarang penulis artikel, kedua judul artikel judul buku dan editor, ketiga tempat terbit — penerbit tahun terbit.

J. Artike! dalam Ensik/opedi

Wright, J.T. “Language Varieties: Language and Dialect,” Encyclopaedia of Linguistics, information and Control, hal. 243 - 251.
Wright, JT. “Language Varieties: Language and Dialect,” Encyclopaedia of Linguistics, information and Control (Oxford: Pergamon Press Ltd., 1969), hal. 243 - 251.
(1) Bila ada artikel yang jelas pengarangnya, maka nama pengarang itulah yang dicantumkan. Bila tidak ada nama pengarang. maka judul artikel yang harus dimasukkan dalam urutan alfabetisnya.
(2) Untuk penanggalan dapat dipergunakan nomor edisinya, dapat pula tahun penerbitnya
(3) Perhatikan pula bahwa antar judul ensiklopedi dan keterangan tentang edisi atau tahun terbit, jilid dan halaman harus ditempatkan tanda koma sebagai pemisah.
(4) Contoh yang kedua sebenarnya sama dengan contoh yang pertama, hanya terdapat perbedaan berupa pemasukan tempat terbit dan penerbit. Bila tempat terbit dan penerbit dimasukkan, maka : tempat terbit, penerbit dan tahun terbit dimasukkan dalam kurung. Hal ini biasanya berlaku bagi ensiklopedi yang tidak terlalu umum dikenal.


5. Macam-macam Daftar Pustaka

a. Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap itu.
b. Buku-buku khusus : yaitu buku-buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap.
c. Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya lain dari topik yang digarap penulis.

6. Penyusunan Daftar Pustaka


Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satu
dari tiga sistem berikut :
a. Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori. Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan.
b. Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.
c. Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.

1. MetodeHavard
Contohnya seperti pada gambar di bawah ini.
2. Cara Penulisan Daftar Pustaka Textbook
a. Buku yang ditulis/dibuat oleh lembaga : nama lembaga, tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garis bawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
b. Buku terjemahan : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), penerjemah, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
8. Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Disertasi/Tesis
a. Kelompok makalah yang dipresentasikan dalam seminar/konferensi/simposium : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah, nama forum penyajian (cetak miring atau garisbawahi), kota, bulan dan tanggal penyajian.
b. Kelompok disertasi/tesis : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul disertasi/thesis (centang miring atau garisbawahi), tempat penerbitan (kota), universitas, kata “disertasi” atau “tesis”.
3. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet
a. Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila ada nama penulis) : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.
b. Kelompok makalah / informasi dari Internet (apabila tidak ada nama penulis) : nama lembaga yang menulis, tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat Internet.


II. Catatan Kaki (Footnote)

Catatan kaki digunakan dalam penulisan ilmiah digunakan pula sebagai tambahan materi untuk menjelasakan isi dari penulisan ilmiah tersebut namun dalam catatan kaki ada peraturan tersendiri seperti memberi sebuah tanda atau simbol yang menjelaskan bahwa itu adalah catatan kaki

1. Fungsi Catatan Kaki
Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan terhadap karya orang lain.

2. Pemakaian
Catatan kaki dipergunakan sebagai :
a) pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam reks atau sebagai petunjuk sumber;
b) tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula;
c) referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan;
d) tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.

3. Penomoran

Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggurakan angka Arab (1, 2 dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan.

4. Penempatan

Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks.
Contoh
Peranan dan tugas kaum pria berbeda dengan dan peranan tugas kaum wanita. Sehubungan dengan, hal itu, Margaret Mead (1935) berdasarkan penelitiannya di beberapa masyarakat di Papua Nuguini, menyatakan bahwa perbedaan itu tidak semata-mata berdasarkan perbedaan jenis kelamin saja, melainkan berhubungan erat dengan kondisi sosial-budaya lingkungannya. 1
Margaret Mead, Sex and Temperament in Three Primitive Societies (New York : The American Library, 1950), pp.
Karena kondisi sosial budaya, mungkin berubah dan berkembang, maka peranan dan tugas itu juga mungkin berubah bertukar atau bergeser.
Antara catatan kaki dengan teks dipisahkan dengan garis sepanjang baris.
Cara yang lebih banyak dilakukan ialah dengan meletakkannya pada bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab.

5. Unsur-unsur Catatan Kaki

A. Untuk Buku
1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).
2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
3) Nama atau nomor seri, kalau ada.
4) Data publikasi :
  1. Jumlah jilid, kalau ada
  2. Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis
  3. Nama penerbit, diikuti koma di antara.
  4. Tahun penerbitan. tanda kurung
  5. Nomor jilid kalau perlu.
  6. Nomor halaman diikuti titik (.)
B. Untuk Artikel dalm Majalah/Berkala
  1. Nama pengarang.
  2. Judul artikel, di antara tanda kutip
  3. Nama majalah, digarisbawahi.
  4. Nomor majalah jika ada.
  5. Tanggal penerbitan.
  6. Nomor halaman.
  7. Catatan Kaki Singkat
(A) Ibid. (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.
(B) op.cit. (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.
(C) loc.cit. (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).

6. Contoh-contoh (Perhatikan Spasinya)

a) Dari Buku
2John Dewey, How We Think (Chicago: Henry Regnery Company, 1974), p. 75.
3BP3K, Strategi Pengembangan Kekuaran Penalaran (Jakarta : Departemen P dan K, 1979), pp. 81 - 95.
4Ibid., p. 15.
5John Dewey, op.cit., p. 18.
6John Dewy, loc.cit.
7Boyd R. Mc Candless and Richard H. Coop, Adolescents : Behavior and Development (New York: Holt, Rinehart and Winston, 1979). p. 99.
8J.E. Wert, C. D. Neidt, and J. S. Ahmann, Statistical Method in Educational and Psychological Research (New York: Appleton CenturyCrofts, Inc., 1954), p. 20U
9C., H. Johnston et.al., The Modern. High School (New York : Charles Scribner's Sons, 1914), p. 17.
1OSutan Takdir Alisyahbana (edit.), The Modernization of Languages in Asia (Kuala Lumpur: The Malaysian Society of Asian Studies, 1967), P. IX.
b) Dari Majalah
11Linus Simanjuntak, "Andaikan Kolam itu Bumi Kita", Suara Alam no 9 (1980), pp. 17 - 18.
c) Dari Surat Kabar
12Tajuk Rencana daIam Kompas (Jakarta) , 7 Mei 1981.
13Artikel dalam Sinar Harapan (Jakarta). 29 April 1981.
d) Dari Ensiklopedia
14John E. Bardach, "Fish," Encyclopedia Americana (New York: Americana Corporation, 1973), 11, pp. 289 309.
Perlu diketahui bahwa banyak cara yang teiah diterapkan sehubungan dengan pemakaian dan penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar kepustakaan. Apa yang baru saja anda pelajaari adalah salah satu di antaranya. Dalam pelaksanaannya, setiap perguruan tinggi menetapkan aturan tertentu mengenai hal itu. Meskipun aturan itu mungkin berbeda-beda, namun semua bersepakat untuk menghargai penemuan atau karya orang lain.


III. Kutipan

Kutipan adalah pengambilanalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri. Atau Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Kutipan di bagi menjadi 2, yaitu :
1. Kutipan Langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah.
Contoh Kutipan Langsung :
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990).
2. Kutipan Tidak Langsung yaitu jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Contoh Kutipan Tidak Langsung :
Seperti dikatakan Bachman (1990) bahwa ragam bahasa pada dasarnya variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.
Dari pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ketiga sumber diatas memiliki tujuan dan fungsi yang sama , yaitu sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip,dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.
Perbedaan dari ketiga cara tersebut ada dari segi penempatannya dan cara menuliskan sumber refrensi dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.







http://www.docstoc.com/docs/22448919/04-Penulisan-Daftar-Pustaka
http://www.scribd.com/doc/36537268/Penyusunan-Daftar-Pustaka
http://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/
http://fikarzone.wordpress.com